Cara terbaik untuk membentengi diri dari godaan iblis adalah dengan meminta perlindungan kepada Allah Ta'ala. Jika Allah sudah melindungi hamba-Nya, maka tidak ada satupun makhluk yang bisa mengganggu hamba tersebut. Sebaik-baiknya perlindungan diri dari godaan iblis adalah dengan kalimat-kalimat thayyibah yang langsung direkomendasikan oleh Allah dalam Alquran serta petuah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam banyak hadisnya.
Kalimat itu sanggup binasakan setan (meskipun ia bisa hidup kembali) dan (dengan kalimat itu) bisa mematahkan punggung iblis. Terkait kalimat thayyibah ini, Imam Mujahid juga berkata, "Tidak ada sesuatu pun yang mampu mematahkan punggung iblis melebihi kalimat Laa ilaaha illallaah."
Suatu ketika, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Bacalah Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dan astaghfirullah (Aku meminta ampun kepada Allah), dan perbanyaklah!"
"Karena," lanjut Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hafizh al-Maushili dari Abu Bakar ash-Shiddiq, "iblis berkata, Aku membinasakan anak Adam dengan dosa. Dan, mereka membinasakanku dengan Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dan astaghfirullah (Aku meminta ampun kepada Allah)." Lanjut setan mengatakan, "Ketika aku melihat itu, aku membinasakannya dengan hawa nafsu dan mereka menyangka bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."
Kalimat thayyiban tersebut tidak hanya bisa melindungi diri dari bisikan dan godaan iblis dan pengikutnya. Akan tetapi juga bisa menjadi senjata ampuh agar kita dikaruniai surga jika dibaca saat akhir hayat. Selain itu, memperbanyak istighfar akan diberikan jaminan oleh Allah Taala agar rezeki yang dilimpahkan penuh dengan keberkahan.
Demikianlah informasi mengenai kalimat yang dapat patahkan punggung iblis. Amalkanlah bacaan kalimat tersebut, agar kita terhindari dari godaan iblis yang keji, terkutuk dan laknat serta senantiasa mengajak manusia untuk melakukan maksiat agar bisa terjerumus bersamanya di neraka kelak.
By Lusi Ratna Sari, S.Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar