Jumat, 29 Agustus 2025

Jurnal PTK Lusi Ratna Sari

KEGIATAN EKSTRAKULIKULER PILIHAN YANG TIDAK AKTIF DI SD AL-QURAN AL-HIKMAH SIMPANG III LUBUK BASUNG

 

Lusi Ratna Sari S.Pd

SD AL-QURAN AL-HIKMAH SIMPANG III LUBUK BASUNG

Email :lusiratnasari0123@gmail.com

 

ABSTRAK

Ekstrakulikuler merupakan program sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, minat dan bakat siswa. Selain itu juga sebagai bahan untuk meningkatkan prestasi siswa. Dalam pelaksanaanya, dibutuhkan pengelolaan yang baik dan teratur agar kegiatan ekstrakulikuler ini dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan ekstrakulikuler di Sd Al-Quran Al-Hikmah Simpang III Lubuk Basung. Dengan menggunakan metode pengamatan dan observasi selama melakukan proses belajar mengajar pada tahun 2020-saat ini. Dari hasil penelitain ini didapat kegiatan ekstrakulikuler pilihan yang kurang berjalan dengan baik sehingga oleh peneliti diberikan solusi. Dalam tahapannya solusi itu 1) Membuat SOP /aturan baku pengelolaan ekstrakulikuler. (2) Membuat sistem pendaftaran yang lebih mudah untuk orang tua. (3) Membuat rencana pembelajaran satu semester untuk setiap jenis ekskul.

Keywords : Ekstrakulikuler,PLK

ABSTRACT

Extracurricular activities are school programs aimed at developing students' potential, interests, and talents. They also serve as a means of improving student achievement. Their implementation requires proper and orderly management to ensure smooth operation. This study aims to determine the effectiveness of extracurricular activities at Al-Quran Al-Hikmah Elementary School, Simpang III, Lubuk Basung. This study used observation and observation methods during the teaching and learning process from 2020 to the present. The results of this study revealed that selected extracurricular activities were not performing well, leading the researcher to propose solutions. The steps involved: (1) Creating standard operating procedures (SOPs) for extracurricular management. (2) Creating a registration system that is easier for parents. (3) Creating a semester-long learning plan for each type of extracurricular activity.

Keywords: Extracurricular, PLK

 

PENDAHULUAN

Minat, keterampilan, dan kreativitas siswa adalah salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan suatu pendidikan yang bermutu. Minat adalah, sifat pribadi yang mempunyai kecenderungan lebih memperhatikan yang disukainya, sedangkan bakat mengacu pada kemampuan sesorang dengan pendidikan khusus untuk memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan tertentu dalam bidangnya, misalnya bermusik, atau kecakapan berbahasa (Aciakatura et al., 2021).

Minat dan bakat merupakan bagian psikologis siswa yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan, maka seluruh komponen yang terlibat dalam ranah pendidikan sudah seharusnya menjamin pemerataan pendidikan, peningkatan mutu kualitas, serta manajemen Pendidikan (Nurdiana, 2021). Hal ini perlu diperhatikan agar kemampuan anak berbakat tidak mengalami penurunan. Untuk memastikan hal tersebut, siswa berbakat harus diberikan perhatian lebih dalam mengembangkan potensinya. Yayasan pendidikan memiliki tugas untuk menjadi wadah bagi peserta didik, untuk menjadikan mereka manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan. Karena ada 2 alasan mengapa sekolah harus mengembangkan minat dan bakat siswa yaitu, membangun masa depannya dan membuat ia mengenali dirinya sendiri (Anggraini et al., 2020).

Kegiatan pengembangan minat dan bakat di sekolah dilaksanakan dengan kegiatan ekstrakulikuler, dengan melibatkan seluruh element pendidikan, baik dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, sarana dan prasarana dsb. Ekstrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar jam pembelajaran inti dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, serta kemandirian siswa secara optimal untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan (Shilviana & Hamami, 2020). Menurut bukti dengan adanya kegiatan ini menjadikan siswa mampu menemukan bakat, potensi juga kemampuan yang dia miliki. Hal ini juga dapat meningkatkan prestasi siswa.

Namun sayang pada realitanya, banyak sekolah yang tidak dapat melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler dengan baik. Walaupun hampir semua sekolah telah memiliki ekstrakulikuler wajib seperti pramuka, masih saja ada kendala yang menyebabkan kegiatan ekstrakulikuler menjadi kurang maksimal. Hal itu disebabkan oleh pengelolaan kegiatan yang kurang baik atau beberapa faktor eksternal yang kurang puas dengan kegiatan tersebut.

Dalam pelaksanaan ekstrakulikuler yang dilakukan peneliti selama 6 bulan belakangan ini peneliti menemukan fenomena yag terjadi. Banyak permasalahan yang muncul, diantaranya :

1.       Berawal dari pemilihan jenis ekstrakulikuler, banyak masukan dari guru guru terkait jenis ekskul yang di laksanakan. Pengelompokan pun di buat, dari mulai pengelompokan jenis ekskul diantaranya pramuka, osis dan menari

2.       Masalah yang kemudian muncul adalah ada beberapa jenis ekskul yang jumlah kepesertaan siswa nya kurang sehingga biaya operasional dan insentif pelatih tidak terpenuhi. Selain itu ada beberapa jenis ekskul yang ternyata perlu pembelajaran individual sehingga harus menggunakan sisten privat yang idealnya dengan pembiayaan khusus.

3.       Masalah yang kemudian muncul adalah ada beberapa jenis ekskul yang jumlah kepesertaan siswa nya kurang sehingga biaya operasional dan insentif pelatih tidak terpenuhi. Selain itu ada beberapa jenis ekskul yang ternyata perlu pembelajaran individual sehingga harus menggunakan sisten privat yang idealnya dengan pembiayaan khusus.

4.       Semua itu terjadi karena belum adanya aturan / SOP yang menjadi acuan pengelolaan kegiatan ekskul

Dari beberapa masalah yang muncul diawal kegiatan ekstrakulikuler membuat keterserapan jumlah siswa untuk setiap jenis ekskul belum maksimal. Itu dapat terlihat dari jumlah siswa yang masuk ke setiap jenis ekskul tidak merata. Ada ekskul yang jumlahnya banyak, tapi ada juga yang jumlahnya sedikit. Berikut gambaran jenis ekskul dan keterserapan siswa kedalam setiap jenis ekskul:

Tabel 1. Jumlah Peserta setiap Jenis Ekskul

No

JENIS EKSKUL

JUMLAH PESERTA

1.

PRAMUKA

33

2.

OSIS

11

3.

MENARI

6

 

Melihat dari berbagai problem yang menghambat kegiatan Ekstrakulikuler diatas, maka dibutuhkan pengelolaan yang baik dan benar bagi lembaga sekolah. Hal ini perlu diperhatikan melihat realitanya bahwa ekstrakulikuler mampu meningkatkan prestasi siswa dibidang akademik maupun non akademik

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif Pendekatan ini menguraikan data yang diperoleh sesuai keadaan yang terjadi di lapangan serta mengasumsikan secara filosofis yang berbeda. Program kegiatan yang diteliti adalah kegiatan ekstrakulikuler, yang sangat berpengaruh pada peningkatan prestasi peserta didik. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini dengan menjabarkan data-data yang diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi serta observasi kegiatan dari perencanaan, pengelolaan serta pelaksanaannya

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah, kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pembinaan karakter yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi, keterampilan, minat, bakat, dan kepribadian berkembang, kerjasama dan kemandirian siswa di luar waktu belajar, kegiatan internal dan kegiatan sampingan di bawah arahan dan pengawasan satuan pengajaran.

Semua kegiatan kesiswaan bertujuan untuk pengembangan diri mahasiswa. Pengembangan diri adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan minat masing-masing siswa dan tergantung pada kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan di luar jam pelajaran (di luar kelas) dipimpin oleh guru yang berkualitas atas perintah kepala sekolah. Disediakan 2 jam pelajaran (setara 2 x 30 menit) untuk membagi waktu kegiatan antara kelas I dan IV.

Harus dilakukan upaya untuk menghilangkan faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, menjalin komunikasi yang baik antara pengurus dan pelatih serta pemangku kepentingan lainnya serta melibatkan semua pihak dalam proses pengambilan keputusan sehingga semua pihak turut bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan. sekolah yang bertanggung jawab.

Tindakan yang diambil dari sekian banyak permasalahan yang muncul, terdapat beberapa alternatif solusi yang diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Berdasarkan siklus pemecahan masalah diatas, prosesnya dimulai dengan analisis situasi kegiatan ekstrakulikuler di semester 1. Adapun dari hasil analisis yang diperoleh, muncul beberapa masukan baik itu dari ibu bapa guru, pelatih ataupun orang tua siswa, diantaranya:

1.       Dibuatkan SOP yang untuk seluruh kegiatan ekskul.

2.       Dibuat pengelompokan jenis ekskul yang regular dan                 privat agar dapat memudahkan dalam menentukan pembiayaan setiap jenis ekskul.

3.       Di siapkan konsep promosi yang lebih menarik serta system pendaftaran yang lebih memudahkan orang tua untuk mendaftarkan putra putrinya pada kegiatan ekskul.

4.       Dilakukan penilaian pimpinan terhadap tim pelatih, dari mulai kehadiran, kinerja dan prestasi yang dihasilkan.

5.       Ditentukan jumlah minimal siswa untuk setiap jenis ekskul, sehingga untuk pembiayaan setiap jenis ekskul dapat tercukupi.

Hambatan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SD Al-Quran antara lain:

a.        Sarana atau prasarana kegiatan yang masih dirasa kurang oleh pelatih dan siswa.

b.       Waktu yang tersedia untuk kegiatan di luar kelas dianggap langka

c.        Siswa cukup antusias dan tertarik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

d.       Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler jarang dilakukan

Hasil penelitian ini yaitu kurang maksimalnya ekstrakulikuler pilihan yang ada di SD Al-Quran dikarenakan pengelolaannya yang kurang efektif. Mulyono menjelaskan kegiatan ekstrakurikuler dan pengelolaan kegiatan eksternal adalah semua proses yang direncanakan dan dikelola di luar kelas dan di luar kelas (kurikulum) dalam kegiatan sekolah secara terorganisir untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM). Peserta didik dikembangkan, baik yang berkaitan dengan penerapan ilmu yang diperolehnya maupun dalam arti khusus membimbing peserta didik dalam mengembangkan potensi dan kemampuannya melalui kegiatan wajib dan pilihan.

 

KESIMPULAN

Menurut hasil dan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler SD AL-Quran menghadapi banyak masalah. Hanya pada perjalanannya terus disempurnakan dengan harapan ada perbaikan dalam pengelolaannya. Ada beberapa perencanaan dan solusi yang disiapakan, diantaranya: (1) Membuat SOP /aturan pengelolaan ekstrakulikuler. (2) Membuat sistem pendaftaran yang lebih mudah untuk orang tua. (3) Membuat rencana pembelajaran satu semester untuk setiap jenis ekskul. (4) Secara umum pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sedang berlangsung, hanya kegiatan pengendalian dan evaluasi yang menjadi tanggung jawab administrasi sekolah belum terlaksana secara optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Aciakatura, C., Magdalena, I., Zahranisa, A., & Latipatun Zahro, N. (2021). Analisis Pengembangan Minat dan Bakat Siswa pada Siswa Sekolah Dasar. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.36418/cerdika.v1i2.15

Anggraini, I. A., Utami, W. D., & Rahma, S. B. (2020). Analisis Minat dan Bakat Peserta didik terhadap Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 7(1).

Arifudin, O. (2022). Optimalisasi Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Membina Karakter Peserta Didik. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(3). https://doi.org/10.54371/jiip.v5i3.492

Ardiansyah, M., Tamyiz, & Sarpendi. (2022). Pengelolaan Ekstrakulikuler Dalam Pembinaan Prestasi Non Akademik Siswa Di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2021/2022. Material Safety Data Sheet, 33(1).

Hakim, L. (2019). Manajemen Kurikulum Ekstrakulikuler Rebana di Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus. Eprints.Walisongo.Ac.Id.

Magdalena, I., Ramadanti, F., & Rossatia, N. (2020). Upaya Pengembangan Bakat atau Kemampuan Siswa Sekolah Dasar melalui Ekstrakurikuler. Bintang: Jurnal Pendidikandan Sains, 2(2).

Nurdiana, N. S. S. (2021). Pengembangan Minat dan Bakat Peserta Didik Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 2(2).

Shilviana, K., & Hamami, T. (2020). Pengembangan Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler. PALAPA, 8(1). https://doi.org/10.36088/palapa.v8i1.705

Tdahjono, E. B., M. Yusuf, & Irwansyah. (2019). Analisis Pengelolaan Dan Minat Baca Taruna Di Perpustakaan Amirullah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Menuju Standar Nasional         Perpustakaan.                     Meteor                        STIP                 Marunda, 12(1).  https://doi.org/10.36101/msm.v12i1.63

 

9 komentar:

  1. mantap artikelnya sangat membantu dan bisa dijadikan pedoman

    BalasHapus
  2. Artikelnya bagus,, dan semoga kedepannya utk kegiatan ekskul ada penambahan seperti bola, melukis, nyanyi dan bljr irama, pramuka dan bnyak yg lainnya,,, agar peserta didik bisa memilih ekskul yg di minati nya,,, dan sukses selalu utk kedepannya tetap semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak kk meria semoga ini menjadi inspirasi

      Hapus
  3. Sangat membantu dan bisa dijadikan referensi pelajaran

    BalasHapus
  4. Mantap artikelnya Sangat membantu dan bisa dijadikan referensi untuk mengerjakan tugas

    BalasHapus
  5. Mantap, untuk menjadi referensi kegiatan ekstrakurikuler

    BalasHapus

Jurnal PTK Lusi Ratna Sari

KEGIATAN EKSTRAKULIKULER PILIHAN YANG TIDAK AKTIF DI S D AL-QURAN AL-HIKMAH SIMPANG III LUBUK BASUNG   Lusi Ratna Sari S.Pd S D AL-Q...