Sabtu, 24 April 2021

Bercanda Boleh Saja, tapi Perhatikan ada Adabnya Menurut Islam

Dari Hasan RA, dia berkata, ada seorang perempuan tua yang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya memasukkanku ke dalam surga.” Rasulullah SAW menjawab, Wahai Ummu fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki oleh orang yang sudah tua renta.”

Perempuan itu pun berpaling sambil menangis. Lalu, Rasulullah SAW bersabda, Beri tahu dia kalau dia tidak akan masuk surga dalam keadaan sudah tua renta. Sebab, Allah SWT berfirman, Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta, lagi sebaya umurnya.” (QS Al-Waqiah [56]: 35-37). (HR Tirmidzi).

Di antara tuntuntan dalam bercanda tersebut adalah sebagai berikut pertama, tidak berlebihan. Sebab, canda yang berlebihan akan menjatuhkan kehormatan dalam pandangan manusia.

Kehormatan harga diri dalam  Islam sama dengan kehormatan darah dan harta. Kesadaran orang untuk tidak mencuri harta atau mencelakai orang lain, belumlah cukup tanpa adanya kesadaran untuk menjaga kehormatan orang. Sabda Nabi SAW, Setiap Muslim dengan Muslim lain diharamkan darah, harta, dan harga dirinya.” (HR Muslim).

Kedua, bukan cacian dan cemoohan. Allah SWT berfirman, Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok).” (QS Al-Hujurat [49] :11).

Ketiga, tidak menjadikan canda sebagai kebiasaan. Kesungguhan dan serius adalah karakter pribadi Muslim, sedang kelakar hanya sekadar jeda, rehat dari kepenatan.

Keempat, isi canda bukan dusta dan tidak dibuat-buat. Sabda Nabi SAW, Celakalah orang yang berbicara lalu mengarang cerita dusta agar orang lain tertawa, celakalah!” (HR Abu Dawud).

Kelima, tidak menjadikan aspek agama sebagai materi canda. Allah SWT menegaskan, Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS At-Taubah [9]: 65-66)

 Berikut ini adalah beberapa adab yang harus diperhatikan seorang muslim saat bercanda.

1. Meluruskan tujuan atau sebagai penyemangat

Tidak setiap hari seorang muslim merasa semangat. Kadang kala, bercanda dan beristirahat sejenak bisa membantu mengembalikan semangat yang hilang. Dengan bercanda, maka rasa penat, bosan, dan lesu bisa hilang dan seorang muslim bisa beraktivitas dengan giat lagi.

2. Tidak melewati batasan

Setiap orang dan tempat memiliki norma dan batasan yang harus dihormati. Bahkan ketika Anda sedang bercanda. Jangan sampai candaan yang dilakukan malah menjatuhkan wibawa dan martabat orang lain atau diri sendiri.

3. Jangan bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda

Tidak setiap orang senang bercanda. Bercanda seharusnya menjadi hiburan antar manusia. Namun, jika Anda melakukan candaan kepada orang yang tidak suka bercanda, maka hal tersebut tidak menjadi lucu dan menyenangkan lagi. Bahkan bisa menimbulkan akibat yang buruk.

4. Jangan bercanda akan suatu hal yang serius

Ada hal – hal dan kondisi yang tidak tepat untuk bercanda. Misalnya pada saat berada dalam majelis penguasa, majelis ilmu, majelis taklim, memberikan kesaksian, dan lain – lain.

5. Tidak menakut – nakuti orang lain

Dalam sebuah hadits Rasulullah pernah melarang untuk bercanda dengan membuat muslim yang lain merasa takut. Termasuk dalam hal ini adalah mengambil atau menyembunyikan barang milik orang lain.

6. Tidak berdusta

Berbohong atau berdusta sering kali dijadikan bagian dari bercanda. Seperti membuat prank dan lain sebagainya. Sementara, Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kejujuran. Sementara berbohong untuk bercanda jelas – jelas bertentangan dengan kejujuran.

7. Tidak melecehkan pihak lain

Tidak boleh menyebutkan aib atau menjelekkan pihak lain untuk membuat orang lain tertawa. Baik itu melecehkan seseorang, daerah tertentu, profesi tertentu, atau bahasa tertentu.

8. Tidak menuduh atau memfitnah orang lain

Fitnah dan tuduhan adalah sesuatu yang jahat dan dilarang dalam Islam. Meskipun hal ini dikatakan sebagai bercanda dan dapat membuat orang lain tertawa, tapi seringkali hal ini terus terbawa dan orang yang dituduh atau difitnah tersebut akan merasa sedih dan sakit hati. Atau bahkan merasa dirundung / dibully.

9. Tidak menggunakan perbuatan atau kata-kata yang buruk

Seorang muslim sebaiknya selalu mengucapkan kata – kata yang baik atau diam. Bahkan meskipun dalam kondisi bercanda. Mengucapkan kata – kata yang buruk kepada orang lain seringkali juga akan berakhir buruk seperti menimbulkan perkelahian dan semacamnya.

10. Tidak sampai terbahak-bahak

Banyak tertawa dapat mematikan hati seorang muslim. Karena itu, bercanda juga semestinya dilakukan seperlunya saja dan tidak sampai membuat tertawa terbahak – bahak. Karena seringkali, saat seseorang tertawa berlebihan, maka candaannya juga akan melewati batas.

11. Bercanda dengan orang yang membutuhkannya

Anak – anak atau orang dalam kondisi tertentu bisa jadi membutuhkan candaan untuk mencairkan suasana. Candaan untuk kebutuhan ini adalah sesuatu yang boleh dan diizinkan dalam islam.

12. Tidak melecehkan syiar agama

Terakhir, candaan yang dibuat sebaiknya tidak sampai melecehkan syiar agama. Baik dalam bentuk simbol, ayat – ayat al-Qur’an, syiar, dan lain sebagainya. Orang yang melakukan hal ini bahkan bisa digolongkan sebagai orang yang munafik dan kufur.

Itulah beberapa adab bercanda dalam Islam. Meskipun terlihat banyak, pada dasarnya ada lebih banyak hal yang bisa dijadikan bahan bercanda dibandingkan dengan hal yang dilarang. Dan selama seorang muslim memperhatikan adab – adab tersebut, maka tidak ada salahnya untuk saling bercanda dan bergurau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal PTK Lusi Ratna Sari

KEGIATAN EKSTRAKULIKULER PILIHAN YANG TIDAK AKTIF DI S D AL-QURAN AL-HIKMAH SIMPANG III LUBUK BASUNG   Lusi Ratna Sari S.Pd S D AL-Q...